Surat untuk kamu

Dear kamu,

Surat ini untuk kamu yang sedang sibuk menggambar jalan. Atau mungkin sedang sibuk menggendong buah hati. Atau mungkin sedang sibuk berkutat dengan kemacetan kota. Atau sibuk mengerjakan proyek penggemukan sapi. Atau sedang sibuk memikirkan saya? Ah pilihan terakhir sepertinya mustahil. Baiklah saya hapus saja pilihan terakhir.

***
Saya sedang di atas kereta sore ini. Tepatnya jumat sore ini. Dan tiba tiba saya ingat kamu. Yaaaa kamu. Seperti de javu rasanya. Baiklah mungkin kamu lupa. Dan saya sedang berbaik hati untuk menceritakannya kembali kepadamu. Seperti kata kamu dulu, saya selalu baik. Tapi ternyata kamu meninggalkan orang baik ini. Kamu jahat juga ya?

***
Di suatu masa, senja di jumat penghujung bulan kedua, dua puluh empat purnama silam, kita duduk di sana. Bangku panjang stasiun. Menunggu kereta senja. Oya sebelumnya kamu baru datang dari timur. Tanpa lelah kamu menunggu saya pulang dari kantor. Dan saya mendapati senyum khas kamu, mata menyipit segaris dan ujung bibir yang sedikit terangkat, di ujung antrian tiket. Demi saya, kamu rela mengantri tiket bermeter meter. Ah saya terlalu berlebihan. Bukankah itu hal yang wajar dilakukan seorang pecinta untuk kekasih hatinya.

***
Dan kereta senja pun membawa kita ke sebuah kota yang indah. Dan kereta pun menuliskan cerita tentang kenangan manis. Dan kereta pula menjadi saksi awal nestapa.

***
Tahukah kamu, jumat senja di atas kereta ini adalah jumat senja pertama saya duduk di kereta. Sekian masa terlewati, tanpa saya berani membuka penggal kenangan tentang jumat, senja, kita dan kereta. Ya saya memilih bersembunyi. Tapi kini, saya telah meneguhkan hati untuk melawan ketidakberanian ini. Jika kamu ada di sisi saya, saya pasti akan mendengar pujian kamu. Good girl. Itu pujian yg sudah menjadi trade mark kamu. Mungkin bukan hanya untuk saya, tapi beberapa perempuan berbeda, yang kamu cinta di saat yang sama. Seperti yang dulu kamu sering bilang, ketakutan akan menghilang dengan keberanian untuk menghadapinya. Dan di sinilah saya sekarang, di sebuah jumat di penghujung bulan, di kereta senja, dan menuliskan sepenggal kisah kita. Tanpa derai air mata. Saya berbohong. Ada beberapa tetes.

***
Bagaimana? Kamu sudah dapat mengingatnya? Kalau belum mengingatnya, kamu pasti mengetahui kemana harus mencari saya untuk kisah kita yang selengkapnya. Sepertinya ada yang janggal ya. Ya saya tahu, bukan kisah kita lagi. Tapi kisah saya dan kamu.
Di penghujung surat ini saya hanya ingin berucap ~senang (pernah) bersamamu & baik baik ya di sana~.

always,
-santi-

##di atas argo sindoro, 30042010
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Advertisements

2 thoughts on “Surat untuk kamu

  1. SayHakuna Matata!Hakuna Matata! Hakuna matata!Hakuna Matata! Hakuna matata!Hakuna Matata! Hakuna matata!Hakuna Matata! Hakuna–matataIt means no worries for the rest of your days*Don’t care bout them all…no worry laaah….!

  2. Aal iz wellAal iz wellAal iz wellSama dengan hakuna matata ya li..Thanks ya buat hakuna matata-nya, ya meskpun matanya masi merah gitu *meres sapu tangan 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s