pada sebuah titian

dan akhirnya kita telah sampai pada sebuah titian. ada baiknya kita longgarkan genggam erat jemari kita. agar kita bisa mencari keseimbangan. agar kita berdua tidak semakin terjatuh lebih dalam, agar kita bisa melalui titian ini.

dan setelah kita sanggup melaluinya, mungkin di seberang titian ada jemari lain yang akan menggenggam jemari kita, atau mungkin kita akan merekatkan kembali jemari yang pernah melonggar saat kita meniti titian ini. mungkin lebih erat. mungkin. entahlah…:-)

-saya dan kamu, pada perbincangan panjang lewat tengah malam tadi yang masih selalu end up by saying i still love you, he-he-he-

#originally written on november 06, 2008

Bookmark and Share

 

 

Advertisements

One thought on “pada sebuah titian

  1. Reblogged this on santistory and commented:

    dan saya telah menemukan jawabannya sekarang. ah tepatnya setahun yang lalu. jemari yang menggenggam erat tangan saya kini, tentu bukan jemari kamu. ada pria istimewa yang menunggu saya di seberang titian yang pernah kita lalui.
    perkenalkan, dia suami saya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s