Untuk Sepuluh Tahun Kebersamaan

Jakarta, 04 Juli 2010

Gerai waralaba bakso Malang tengah kota itu tidak begitu ramai. Mungkin karena malam telah jauh merayap. Hanya dua pembeli yang berkelompok. Atau tiga. Entahlah saya kurang begitu yakin. Salah satunya kami. Saya dan kedua sahabat semasa saya kuliah di kota yang mentasbihkan dirinya sebagai The Spirit Of Java, kota Solo. Saya, Rita dan Ani, saling duduk berhadapan. Bercerita banyak di sela makan malam. Rasanya malam itu perputaran bumi pada porosnya menjadi lebih cepat. Waktu pun terasa lebih cepat berlalu. Selalu menyenangkan dan menenangkan berkumpul dengan sahabat lama.
Tiba-tiba Ani berujar ‘tak terasa ya sudah hampir sepuluh tahun kita bersama’.

***
Dan benar sepuluh tahun yang lalu, saya, Ani, Rita dan sekian puluh mahasiswa Sastra Inggris UNS angkatan 2000 bersilang langkah untuk kali pertama. Di suatu pagi di bulan Agustus sepuluh tahun silam, dengan berseragam hitam-putih kami dikumpulkan di halaman depan Pengajaran.
Hari-hari selanjutnya adalah tentang OZONE (Ovational and Intermezzo for New Members Of English Department), semacam ospek yang digagas olah kakak tingkat kami. Setelah itu, hari-hari kami mulai disibukkan oleh perkuliahan, ruang-ruang beku kuliah, dosen-dosen baik yang rela berbagi ilmu, pengajaran, tugas-tugas, perpustakaan, laboratorium bahasa, ujian semester, KHS-an, yudisium dan sebagainya. Akan sulit rasanya bagi saya untuk tidak menyebutkan kantin sastra, kopma, bukit cinta, dan batu penantian. Tempat-tempat di mana cerita, canda, tawa, tangis, suka, duka, kegelisahan, ketakutan, roman, perselisihan, pertengkaran, seolah berbaur menjadi satu rantai tentang pembelajaran kehidupan.

***
Bertahun bersama, tibalah saatnya untuk mengakhiri apa yang telah kami mulai di bulan Agustus 2000. Satu per satu dari kami menyelesaikan thesis. Kemudian bersiap untuk sidang pendadaran. Wajah-wajah yang tegang. Dinyatakan lulus. Wisuda. Sebuah kelegaan, meski hanya sementara.
Satu per satu dari kami, menyandang gelar sarjana sastra. Satu per satu dari kami, bergerak tak lagi seirama. Satu per satu dari kami melanjutkan hidup di luar dunia kampus. Satu per satu dari kami, bergerak dari persilangan langkah.

***
Dan malam ini saya ingin lebih bersyukur dengan persilangan langkah saya dengan kalian, mahasiswa Sastra Inggris 2000. Sungguh persilangan langkah yang membawa perubahan luar biasa dalam hidup saya.
Dan malam ini saya juga ingin berterima kasih untuk kebersamaan yang masih terajut sampai hari ini. Jam ini. Menit ini. Detik ini :).

ps: hayoooo saya yang mana? :p

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Advertisements

6 thoughts on “Untuk Sepuluh Tahun Kebersamaan

  1. Ya iyalah cantik.. Secara sini perrempuan gitu. Hihi :))Ketemuan pas lebaran yaaaa… Yo wis ntar tak traktir ning alun2 yaaa 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s