Cerita Kacang Panjang

makan siang saya kali ini sebenarnya biasa saja. nasi putih, oseng kacang panjang, telor balado dan bakwan jagung *tanggaltuamode:on*. namun terasa istimewa sekali. apa pasal? karena ini adalah kali pertama saya makan (lagi) kacang panjang setelah sekian lama. bukan, bukan karena saya tidak menyukai sayuran ini. fyi: saya adalah omnivora sejati….. dan kacang panjang dulunya adalah salah satu sayuran favorit saya. sekelas dengan bayam.

penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah karena calonbapaknyaanakanakyangtidakjadi, seorang pembenci sayuran berbiji, terutama kacang panjang. aneh, sungguh. dia yang gagah perkasa itu (ehmmm…) ketakutan setengah mati dengan makanan berjudul kacang panjang ini. no reasons he could explain. takut dan geli aja, kilahnya waktu dulu saya menanyakan sebab. dan sebagai pasangan yang baik (yup that’s me, hehehehehe….), saya pun turut menenggang ketakutannya. saya tidak pernah memasak kacang panjang ketika dia ada, saya tidak pernah memesan makanan yang berbau kacang panjang sewaktu kita makan, bahkan saya mengunci rapatrapat mulut saya untuk tidak mengucapkan kata kacang panjang di depan dia. haram hukumnya. later on, saya semakin menyadari bahwa kehidupan saya semakin menjauh dengan si kacang panjang ini. dan saya mulai membenci kacang panjang. dan semakin membencinya. saya mulai mempengaruhi orangorang di sekitar saya untuk tidak menyukai kacang panjang, dengan mengatakan halhal konyol. contohnya: hatihati lho kalo makan kacang panjang biasanya di dalamnya ada ulat kecilkecilnya…

funny, when we’re in love with someone, we try that hard to copy their life into ours. kita menelan mentahmentah pemikiran dia, bahkan yang ekstrim sekalipun. bahkan mencari pembenaran atas segala pemikiran dia. padahal tidak semuanya baik untuk kita. padahal tidak semuanya sesuai dengan pemikiran, keinginan, perasaan, kemauan kita. saya dan kacang panjang adalah contoh riil dari banyak kasus.

***

waktu berjalan. saya dan bapak itu tidak melanjutkan relasi lagi. mungkin karena kutukan kacang panjang yang teraniaya itu, hehehehehe…. bulan bulan awal setelah kebekuan relasi kami, saya pun masih menyimpan ‘perasaan’ dengan kacang panjang. sekian bulan berlalu, hari ini saya kembali menambahkan daftar sayur kacang panjang di menu makan siang saja. rujuk ceritanya. malu bener sama kacang panjang! sambil berujar dalam hati, duh bodoh banget ya saya dulu sampai sebegitunya….

***

bottom line is use your logic when you’re in love…. jangan kayak saya ya, membabi buta! πŸ™‚

* saya menulis sambil tersenyum2*

Advertisements

4 thoughts on “Cerita Kacang Panjang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s