A Good Leader

image taken from http://istockpho.to/MSp5tp

Beberapa waktu kemarin, iseng-iseng liat kampanye Pilkada Jakarta di tv. Rata2 sih ngomongin program-program-yang-super-duper-ideal-bombastis-tapi-tidak-realistis. Sampai tibalah giliran salah satu kandidat, Hidayat-Didiek, untuk berkampanye. Salah seorang panelis kemudian bertanya mengenai keberanian kandidat untuk membubarkan ormas-oramas yang dianggap anarkhis. No need to mention the name lah ya.. Seinget saya sih mereka tidak secara tegas menolak atau mengiyakan tuntutan pembubaran si ormas. Tapi ada satu jawaban yang cukup nyentil saya. Kata pak Hidayat..

Menjadi pemimpin itu merangkul, bukan memukul..

Menjadi pemimpin itu mendidik, bukan menghardik..

Menjadi pemimpin itu mengajar, bukan menghajar..

Menurut saya itu konsep kepemimpinan yang pas. Kombinasi antara pendekatan emosional dan intelektual.

Nah trus apa hubungannnya dengan saya?

Jadi gini.. Let’s say ini mungkin berkah Ramadhan ya. Sebelum puasa, iseng-iseng saya melamar menjadi dept head di salah satu anak perusahaan konglomerasi (lumayan) besar di negeri ini. Nothing to lose ya ceuu.. Wong kerjaan di tempat sekarang juga lumayan. Lumayan dari segi benefit dan kenyamanan kerja. Kenyamanan kerja di sini maksudnya saya nyaman ngeblog, browsing sana sini, tenang aja kerjaan beres kok πŸ˜‰ serta loading kerja juga ga segila kerjaan sebelumnya, yang sempet ngebuat saya nangis darah itu. Cuman memang sih ya ada beberapa hal yang kurang pas gitu. I won’t explain hereΒ  as it’s part of professional manner sih. *cieeeh sok propesional niyeee :D*. But i don’t want to blame anything, anyone.Β  Secara kemarin dapet kerjaan yang sekarang dari pemburu kepala head hunter gitu.

Eh ga taunya dapet konfirmasi bahwa saya diterima di posisi yang saya incar, setelah beberapa kali interview. Alhamdulillah. Apalagi pas banget dengan selesainya probation saya di sini, yang berarti bye bye penalty πŸ˜† . Senaaaang dong saya.. Salah satu mimpi saya, being manager before 30, akhirnya terwujud juga. I bet, setelah ini pasti saya bakal dibombardir dengan pernyataan, pantes-belum-nikah-lha-wong-yang-dipikirin-cuma-karier-doang *senyum kecut* :-|.

Nantinya saya akan menjadi head di department yang membawahi 2 sub department. Tantangan banget sih buat saya. Meskipun sebenarnya juga bukan hal yang baru banget ya. Toh saya pernah menjadi koordinator di perusahaan sebelumnya. Tapi kondisinya bedanya jauh maaak, bener deh bikin saya ndredeg :mrgreen:. Kalo di perusahaan dulu, saya hanya menghandle 1 divisi saja, itupun hanya beberapa gelintir orang. Sewaktu di sana juga, saya orang pertama yang ada di divisi tersebut. In short, dituakan gitu saya, jadinya gampang nge-lead timnya juga. Nah besok nih, udah langsung handle 2 sub department dan saya yang masih muda belia cantik jelita ini harus membawahi karyawan yang sudah senior dan sudah bekerja lamaaaaa di perusahaan tersebut. Itu informasi yang saya dapet dari senior manager yg interview saya dulu. Huwoooo saya sungguh nervous ngebayangin penerimaan karyawan di sana terhadap saya :-P.

Nah konsep kepemimpinan dari Pak Hidayat itu lah yang langsung terlintas di benak saya. Saya ga tau apa saya bisa menerapkan konsep kepemimpinan ala pak Hidayat. Cuman kalo ga dijalanin mah ga akan pernah tau yaa. So just wish me luck then…

*tangan terkepal, bibir tersenyum, mata berbinar* InsyaAlloh bisa :).

Advertisements

6 thoughts on “A Good Leader

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s