Memfilmkan Instagram (Hijab, Movie Review)

cieeeeh.. gimana judulnya? udah bisa dipake buat paper kajian drama ga nih? ato ditambahain dengan kalimat, sebuah pendekatan socio-pragmatics, udah bisa deh jadi judul skripsi. hihihi, dapet salam dari anak sastra murtad πŸ˜€ . eniwei, on serious note, kayaknya saya mau nambah kategori baru di blog, tentang review. review apa aja. ya film, ya buku, ya jalan2, ya hotel, ya tempat makan, apa aja deh. kecuali cowo. soalnya udah pasti kalah lah sama suami. seng ada lawan kan dianya. diiyaiin aja ya, biar saya seneng. review nya tentu saja dari sudut pandang saya, si awam ini. harapannya semoga bisa membantu mereka2 yang nanya mbah gugel tentang some specific things. kayak saya kalo pas nyari apa2, kan mesti nanya sama mbah gugel dulu.

***

untuk yang pertama, saya mau nyoba ngereview tentang film yang lagi tayang di bioskop. mumpung masih anget, kemarin baru nonton di platinum cibinong square yang cuman 25 ribu itu lho #penting. filmnya berjudul hijab. diproduseri oleh hanung bramantyo dan istrinya saskia adya mecca, film ini menggunakan cast yang oke dengan penghayatan peran yang di atas rata2. sebutlah saskia, yang berperan sebagai sari gumilang, istri dari pegawai pajak keturunan arab, yang patuh banget sama suaminya. figur sari ini akan dengan mudah mengingatkan penonton pada figur2 hijaber syari instagram, yang kalo nulis caption panjangnya ngelebihin coki2 dengan content dakwahnya yang sungguh persisten itu. pokoknya foto apa aja, yang penting captionnya dakwah contented. selanjutnya ada bia yang diperankan oleh carissa putri, hijaber yang modis yang suka ootd. semacam hijaber selebgram gitu deh. cast selanjutnya ada tika bravani, yang menurut saya, best cast di film ini. hijaber yang dulunya feminist, aktivis, suka twitwar, mempunyai gaya hijab sporty. akting dan penghayatannya mendekati sempurna deh si mbak tika ini *sok kenal*. satu spot lagi di cast utama cewe diperankan oleh natasha rizky. satu2nya yang belum berhijab dan belum menikah di antara empat bersahabat.

film dibuka dengan adegan tiga dari empat sahabat di atas, dalam sorot kamera. anggaplah mereka sedang membuat compro aka company profile gitu ya. alur kemudian mundur ke belakang, untuk kemudian mereka menceritakan latar belakang mereka berhijab, dan dilanjutkan bagaimana mereka bertemu dan menikah dengan suami masing2. di sini lah kekocakan dan keseruan dimulai. bagaimana sari menikah dengan mas2 keturunan arab, tata menikah dengan temen kampus, curiganya anak lpm, bia menikah dengan mas seleb pemeran sinetron kerdus. adegan kemudian bergulir ke bab arisan. yang menjadi trigger konflik di film ini. jadi, 3 sahabat ini ketika memutuskan untuk menjadi sahm; stay at home mom, kalo menurut kamus forum parenting masa kini, setelah mereka menikah. dengan pertimbangan yang berbeda2. otomatis income keluarga hanya berasal dari satu sisi, suami. karena merasa di bawah bayang2 suami dalam hal finansial, empat bersabahat ini berinisiatif untuk membuka bisnis. bisa ditebak, bisnisnya adalah bisnis hijab seperti judul filmnya. tentu saja bisnis ini dibuka tanpa sepengetahuan suami. konflik meruncing saat bisnis hijab mereka semakin sukses dan suami2 yang merasa dibohongi. kelanjutannya gimana? nonton sendiri di bioskop ya, karena film ini worth watching kok. anaknya ga mau ngasih spoiler ah πŸ˜€

seperti di awal saya sebut, film hijab ini layak disebut ‘memfilmkan instagram’ deh. dari segi cast yang saya sebut di atas, properti and all details in film. instagram bingits deh. cushion warna warni ala chicanddarling ada, warna warni pastel hadir, kaligrafi shabby chic keliatan, rumah2 dengan dekorasi vintage juga nongol. tema yang dekat dengan keseharian, cast oke, properti yahud, sound track manis, riset pun bener2 lho. 4 out of 5 kalo menurut saya πŸ˜€

katanya kan gini, great films call for active participation on the part of viewers on any number of levels, intellectual, emotional, spiritual, sensual. ini juga kejadian di saya. setelah nonton film ini, saya jadi bersyukur masih dijinkan kerja sama suami. meskipun kadang saya suka bandel, ngelewatin ‘jam malam’ yang telah disepakati bersama *toyor diri sendiri*. film ini juga memberikan semacam energi baru buat saya, untuk lebih bisa menjadi istri yang baik menurut agama yang saya anut. sederhana, manis, ringan dan ga menggurui.

i put meaningful smiles after watching this heart-warming movie. you, you, you and you must watch this movie! ajak saya boleh lho πŸ˜€

Advertisements

9 thoughts on “Memfilmkan Instagram (Hijab, Movie Review)

  1. yahhh kok gak ajak2 siiikk *padahal kalo diajak ya entah naek apa ke cibinong sana*
    soalnya kemarin ngajakin tmn gada yg mau, ngajakin misua apalagi…huvt 😦

    • hellllooooo birthday girl! selamat ulang taun dita.. semoga makin jaya di darat, laut dan udara! πŸ˜€
      eh kapan2 yuk nonton di cibinong, 25 ribu dapet tiket+pop corn+minum cobaaaak *kiasu*
      trus ya coming soon-nya, film thai yg i fine, thank you love you… drpd nonton di blitz yekaaan? πŸ˜€ πŸ˜€

    • dijah yellow? hihihihi.. suka deh dengan kemunculan si mbak kuning ini. penempatannya natural, ga terkesan dipaksakan. iya dia cocok bener jadi pembeli yg nyebelin banget πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s