Sadar Rhesus, Yuk!

tadi pagi saat bersiyap ngantor, tiba2 di grup wa nya @Blood4LifeID, mas Josh (tetua BFL *sungkem*) memberikan sedikit ‘peringatan’ sama admin2nya yang unyu ini. tentang rhesus. yang juga biasa disebut dengan RH, bukan inisial rinto harahap lho ya  #yaksip #generasi80an. selama ini saat blast kebutuhan darah, kadang kami para admin ini ‘lupa’ mencantumkan rhesus terdonor. rhesus yang disebutkan rata2 hanya untuk rhesus negatif saja. sedangkan rhesus positif jarang banget dicantumkan. di awal jadi volunteer, saya lumayan rajin nanya ke CP terdonor mengenai rhesus terdonor. ga akan blast info kalo belum tau rhesusnya. selain golongan darah yang sama, rhesus pun harus sama ya untuk keperluan tranfusi darah. kalo salah satu beda, fatal akibatnya sis.  tapi ngeliat previous tweet, pada nge blast info tanpa nyantumin rhesus,saya yang lemah iman ini pun jadi ikut2an. asumsi saya kalo rhesusnya ga dicantumkan berarti rhesus positif gitu. etapi etapiiii.. itu ternyata ga sepenuhnya benar sodara2 😀

sebelum lanjut, udah pada tau belum sih apa dan siapa kah si rhesus ini? kalo belum, sini mamah santi kasih tausiah pencerahan :D.  rhesus adalah protein (antigen) yang terdapat pada permukaan sel darah merah. jika kita mengenal penggolongan darah dengan penamaan ABO (A, B, AB & O), maka di rhesus dibagi menjadi 2. positif dan negatif. bagi yang mempunyai faktor protein ini disebut rhesus positif, sedangkan yang tidak memiliki faktor protein ini disebut rhesus negatif. nah untuk ras asia, kebanyakan mempunyai rhesus positif, sementara rhesus negatifnya mempunyai persentase yang lebih kecil daripada ras mata biru, bule gitchuuu. berdasarkan survey bps 2010, pemilik rhesus negatif di indonesia adalah kurang dari 1 persen dari total jumlah penduduk. rhesus saya sendiri positif. ya emang saya asliiiii asia sekali sih ya. selain rhesus, keliatan kok dari kulit eksotis saya dan hidung minimalis, tipe 21 panjang 2 tinggi 1 *baca: pesyeek*, juga sih 😀 .

nah perlu dicatat, meskipun rhesus negatif ini kecil banget jumlahnya, bukan berarti mereka sakit ato ga normal lho ya. hanya jarang aja. ini lah stigma yang mau diluruskan oleh mas josh di wa grup tadi. selama ini kita hanya mencantumkan rhesus, untuk terdonor dengan rhesus negatif. sehingga dikhawatirkan timbul anggapan, rhesus negatif ini adalah orang2 dengan darah tidak normal. padahal hanya beda di protein aja kok.

sama halnya dengan golongan darah, rhesus ini pun bersifat genetis. dalam beberapa kasus, anak mempunyai rhesus negatif, sementara kedua orangtuanya ber rhesus positif. enggak, mereka bukan putri yang tertukar kok. hanya memang kedua orang tunya meskipun ber rhesus positif, mereka adalah pembawa sifat rhesus negatif. kira2 gitu yang pernah saya baca 😀 .

karena jumlah pemilik rhesus negatif ini ga banyak, maka untuk siklus donor darah pun ga seperti pemilik rhesus positif yang bisa per 3 bulan. biasanya, mereka akan donor occasional. jadi kalo ada yang membutuhkan, baru mereka donor. saya sendiri pernah mempunyai teman yang mempunyai rhesus negatif saat kerja di indofood. hallo, mas dana! in case you read this, akyyuuu minta traktir ya, kan anaknya kemarin ulang taun lho #halah 😀 😀 . dari cerita si mas ini, saya jadi ngerti tentang rhesus negatif, komunitas dan aktivitasnya ini. untuk lebih jelas mengenai rhesus negatif, bisa baca di sini ya. bisa juga follow account twitter mereka di @Rh_NegatifID.

jika belum mengetahui rhesus kalian apa, bisa lho ngecek rhesus di PMI terdekat atau lab swasta macem prodia, cito dan kawan-kawannya. jika rhesus kalian negatif, jangan berkecil hati ya. nanti gabung aja di komunitas rhesus negatif indonesia, link di atas. sekali lagi, jangan lupa berdonor ya! 😀

sources:

1. http://blood4life.web.id/site/index.php?option=com_content&view=article&id=146:kenal-lebih-jauh-tentang-rhesus-rh&catid=43:berita-transfusi-darah&Itemid=68

2. http://rhesusnegatif.com/article_detail.php?id=45

3. http://id.wikipedia.org/wiki/Golongan_darah

Advertisements

20 thoughts on “Sadar Rhesus, Yuk!

  1. San aku lupa mw nanya ini d postingan sbelumnya. Kl d indo, sbelum dmssukin jarum yg buat donor darah (katamu segede jarum jait) itu dsuntik pain killer dulu ga? Disini sih dkasi, jd ga sakit meski ya aku ga brani liat hihi

      • whoaa..asoy dong ya rasanya? *cenutcenut bayanginnya* Kolig dari pilipin jg ngomong kl disana jg ga ada pain killer sih. Makanya pada takjub dan anteng disini pas donor darah, ga krosoooo!!!
        walopun, banana mah tetep memalingkan muka!

    • salam kenal juga, mbak. makasih udah mampir 😀
      iyaaa di Indonesia masih banyak yang ngeh sama rhesus. di kartu donor darahku aja ga dikasih tanda rhesus lho. duuuuh 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s